Radio Hot FM, Memutar Lagu Enak (Oleh H. Yudhi)

 Radio Hot FM, Memutar Lagu Enak (Oleh H. Yudhi)

            Mendengar radio adalah salah satu hobi yang mnyenangkan. Salah satu stasiun radio yang mempunyai banyak pendengar adalah Radio Hot FM Jakarta yang ada pada frekuensi 93.2 FM. Di Radio ini pendengarnya dikenal dengan istilah Manhot. Pemancar radio Hot FM ada di Menara Imperium Lantai P7, Metropolitan Kuningan Super Blok, Kavling No.1, Jl HR Rasuna said, Jakarta, 12980. Radio ini tergabung dalam Mahaka Radio Integra/ MARI. Radio Hot FM menyiarkan music dangdut dan pop.

            Selanjutnya kita akan menjelaskan apa itu definisi Musik Dangdut yang diambil dari situs internet (https://id.wikipedia.org/wiki/Dangdut).

            Dangdut merupakan salah satu dari genre musik populer tradisional asal Indonesia hasil dari perpaduan musik dari film India dengan Melayu dan musik rok dari Barat. Perpaduan gaya musik ini digunakan pertama kali di Jakarta pada sekitar penghujung tahun 1960-an yang di dalamnya terkandung unsur-unsur musik Hindustani (India Utara), Melayu, dan Arab. Dangdut memiliki ciri khas pada dentuman tabla (alat musik perkusi India) dan kendang. Dangdut juga sangat dipengaruhi dari lagu-lagu musik tradisional India dan Bollywood. Lagu dangdut dikarangkan, baik dalam bahasa Indonesia dan Jawa, maupun dalam bahasa lainnya.

Awalnya musik dangdut dikenal dengan nama "Orkes Melayu". Perubahan musik Melayu oleh M. Mashabi dan Munif Bahasuan bersama Orkes Kelana Ria pada dasawarsa 1960-an dengan beberapa lagunya seperti Ya MustafaYa Mahmud dan Patah Kasih yang dianggap sebagai "proto-dangdut" dan dilakukan merintis bentuk dangdut seperti yang dikenal sekarang. Kemudian, dangdut dipengaruhi musik India melalui film Bollywood yang dibawakan oleh Ellya Khadam dengan lagu Boneka dari India, sehingga terlahir sebagai Dangdut pada tahun 1968 dengan tokoh utama, "raja dangdut" Rhoma Irama. Dalam evolusi menuju bentuk musik kontemporer, sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia pada akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keronconglanggamdegungkarawitangambusrokreggaepopdiskorap, bahkan musik dansa elektronik (tekhno, house dll). Dangdut elektro (e-Dut, Dansdut) sudah sepenuhnya menghilangkan tabla dan alat musik tradisional lainnya. "Dangdut rohani" dapat dianggap sebagai arah lirik khusus (contohnya, album-album Hak AzaziJudiHaji dan Haram oleh Rhoma Irama).

Pengaruh India juga sangat kuat di dalam genre musik dangdut ini, melainkan dari gaya harmoni dan instrumen, juga dipopulerkan dengan lagu-lagu dangdut klasik yang bertema India yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi dangdut populer seperti Rhoma Irama dengan lagunya yang berjudul TerajanaMansyur S. dengan lagunya yang berjudul KhanaEllya Khadam dengan lagu Boneka India dan Via Vallen dengan lagu berjudul Sayang menjadikan musik dangdut lebih dikenal lagi saat ini. Beberapa penyanyi yang mendapat julukan sebagai ratu atau diva dangdut ialah Elvy SukaesihCamelia MalikRita SugiartoIyeth BustamiKristinaIkke Nurjanah, Via Vallen, Ayu Ting Ting, dan Lesti.

Dangdut sebenarnya telah menjadi musik rakyat di Indonesia dan mengungguli aliran musik lain dalam popularitas: orang-orang suka menyanyikan lagu-lagunya dengan karaoke, baik untuk diri sendiri maupun saat perayaan se-keluarga, pegawai di kantor-kantor pemerintahan pusat melakukan senam dengan musiknya sebelum mulai bekerja, dan sebagainya. Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Selain di Indonesia dangdut cukup popular pula di Malaysia, meliputi sejumlah nama pedangdut dari Indonesia.

Asal istilah

Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (yang dalam dunia dangdut disebut "gendang"), yaitu dari bunyi gendang yakni dang dan dut.

Awalnya musik dangdut dikenal dengan nama "orkes Melayu" (OM) setelah perubahan musiknya oleh M. Mashabi dan lain-lain.

Sebetulnya istilah dangdut pernah diterapkan pada orkes Melayu oleh Rhoma Irama dengan dirilisnya album dengan judul yang sama Dangdut pada tahun 1971, mana dia memasukkan unsur musik rok kedalam musik orkes Melayu.

Nanti nama "dangdut" disematkan pada "Orkes Melayu" oleh Putu Wijaya dalam majalah Tempo tanggal 27 Mei 1972 bahwa lagu Boneka dari India adalah campuran lagu Melayu, irama padang pasir, dan "dang-ding-dut" India. Sebutan ini selanjutnya diringkas menjadi "dangdut" saja, dan oleh majalah tersebut digunakan untuk menyebut bentuk lagu Melayu yang terpengaruh oleh lagu India.

Pengaruh dan perkembangan

Musik Melayu Deli tahun 1940

Musik Melayu Deli lahir sekitar tahun 1940 di Sumatera Utara bersama Husein Bawafie dan Muhammad Mashabi, kemudian menjalar ke Batavia dengan berdirinya Orkes Melayu.

Irama Amerika Latin tahun 1950

Pada tahun 1950, musik latin Amerika masuk ke Indonesia oleh Xavier Cugat dan Edmundo Ros serta Perez Prado, termasuk Trio Los Panchos atau Los Paraguayos. Irama latin ini kemudian lekat dengan orang Indonesia. Kemudian berbagai lagu Minang juga muncul bersama Orkes Gumarang dan Zainal Combo.

Dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik Melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dari Sumatera (sekitar Medan).

Dari musik Melayu Deli tahun 1940 ke Dangdut tahun 1968

Orkes Melayu (biasa disingkat OM, sebutan yang masih sering dipakai untuk suatu grup musik dangdut) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustikakordeonrebanagambus, dan suling, bahkan gong. Musik Melayu Deli awalnya tahun 1940-an lahir di daerah Deli Medan, kemudian musik melayu deli ini juga berkembang di daerah lain, termasuk Jakarta. Musik Minang modern adalah juga cikal bakal dangdut bersama musik Melayu. Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya Khadam (dengan gaya panggung seperti penari India, pencipta Boneka dari India kira 1957), Husein Bawafie (salah seorang penulis lagu Ratapan Anak Tiri), Munif Bahasuan (1935–2021, penyanyi dan pencipta Beban Asmara), serta M. Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yang sangat populer pada tahun 1970-an).

Perubahan musik Melayu oleh M. Mashabi dan Munif Bahasuan bersama Orkes Kelana Ria pada dasawarsa 1960-an dengan beberapa lagunya seperti Ya MustafaYa Mahmud dan Patah Kasih yang, menurut etnomusikolog Andrew N. Weintraub, dianggap sebagai "proto-dangdut" dan dilakukan merintis bentuk dangdut seperti yang dikenal sekarang.

Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, walaupun pada saat itu juga terjadi perubahan besar di kancah musik melayu yang dimotori oleh Soneta Group pimpinan Rhoma Irama. Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalah Mansyur S.M. LutfiIda LailaA. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapat dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus pada masa jayanya. Dangdut modern, yang berkembang pada awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang ramah terhadap budaya Barat, memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, trompetsaksofonobo, dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya. Mandolin juga masuk sebagai unsur penting. Pengaruh rok (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagi musik dangdut dan musik rok dalam merebut pasar musik Indonesia, hingga pernah diadakan konser 'duel' antara Soneta Group dan God Bless. Praktis sejak masa ini musik Melayu telah berubah, termasuk dalam pola bisnis bermusiknya. Pada paruh akhir dasawarsa 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Orkes ini, yang berangkat dari gaya musik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Subgenre ini diteruskan, misalnya, oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan, pada awal tahun 2000-an, oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB).

Pada tahun 1978, untuk peduli terhadap nasib para pemusik, beberapa pedangdut membentuk Lembaga Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia yang dipimpin oleh Munif Bahasuan (kemudian menjadi Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) yang dipimpin oleh Rhoma Irama).

Interaksi dengan musik lain

Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan memengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut. Musik rok, reggae, pop, disko, hip-hop/rap, musik dansa elektronik (tekhno, house dan lainnya yang dipopulerkan oleh Ria AmeliaMelinda dan Lolita) bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Aliran campuran antara musik dangdut dan rok secara tidak resmi dinamakan Rokdut (Nita Thalia dan lainnya). Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongandegungtarlingkeronconglanggam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin. Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latinKopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela. Pada era 2000-an, dari mutasi musik dangdut dengan musik daerah Jawa dan Sunda muncul dangdut koplo yang dicirikan dengan tempo cenderung cepat, pola kendang khas Jawa seperti mincid, dan nuansa enerjik untuk joget. Aliran koplo dipopulerkan oleh sejumlah orkestra yang gunakan sebutan lama orkes Melayu dengan singkatan OM dalam namanya, misalnya OM AdellaMonataNew PallapaSagitaSera, dan Sonata. Tokoh-tokoh dangdut elektro atau e-Dut dan Dansdut sudah sepenuhnya menghilangkan tabla dan alat musik tradisional lainnya, seperti lagu-lagu dari Cita CitataiMeyMey atau Zaskia Gotik. Dan tandem penulis lagu Tjahjadi Djajanata dan Ishak telah memberikan sumbangan yang signifikan bagi dangdut kontemporer elektronik.

Bangunan lagu

Lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, meskipun demikian bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif. Sebagian besar lagu dangdut tersusun dari satuan delapan birama 44. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 34, kecuali pada beberapa lagu masa 1960-an seperti Burung Nuri dan Seroja.

Dangdut dalam budaya kontemporer dan pro-kontra

Dangdut sebenarnya mulai dari tahun 1990-an menjadi "musik rakyat" usia berapa pun di Indonesia dan mengungguli sembarangan aliran musik lain dalam popularitas, mempunyai radio serta acara televisi sendiri. Selain di Indonesia dangdut cukup popular pula di Malaysia, meliputi sejumlah nama pedangdut dari Indonesia.

Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut. Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.

Sejumlah film dan sinetron musikal dikhususkan untuk dangdut, umpamanya Raja DangdutMendadak DangdutMimpi Manis, dan Kampung Dangdut.

Dangdut koplo lahir di Indonesia lahir sejak tahun 2000 yang dipromotori oleh kelompok-kelompok musik Jawa Timur. Namun saat itu masih belum menasional seperti sekarang ini. 2 tahun kemudian, variasi atau cabang baru bagi musik dangdut ini semakin fenomenal, setelah area 'kekuasaannya' meluas ke beberapa wilayah seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah. Salah satu hal yang membuat genre ini sukses dalam memperlebar daerah 'kekuasannya' adalah VCD bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan masyarakat sebagai 'alternatif' hiburan masyarakat dari VCD/DVD original artis-artis/selebritas nasional yang dinilai mahal. Kesuksesan VCD bajakan tersebut juga dibarengi dengan fenomena "goyang ngebor" Inul Daratista.

Fenomena itulah yang sebenarnya membuat popularitas koplo semakin meningkat di se-antero Indonesia. Apalagi setelah goyang ngebor inul itu tercium oleh beberapa media-media televisi swasta nasional. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia semakin mengenal dangdut Koplo dan juga Inul itu sendiri.

Dangdut rohani

"Dangdut rohani" dapat dianggap sebagai arah lirik khusus. Tatkala sebagian besar lagu dangdut ada menceritakan tentang hubungan dengan pacar, karya rohani tertuju pada Tuhan. Sumbangan utama munculnya dangdut rohani dibuat oleh Rhoma Irama (album-album Hak AzaziJudiTakbir LebaranHajiHaramBaca, dan Shalawat Nabi) yang menjadikan dangdut sebagai alat berdakwahnya dan musik rohani, yang terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya serta dari pernyataan yang dikeluarkannya sendiri.

Contoh rohani lainnya adalah lagu-lagu bagaikan: Doa Suci oleh Elvy Sukaesih maupun Imam S. ArifinBersimpuh dan Hasbunallah oleh KristinaRezeki Takkan Tertukar oleh BebizieSurga Dunia oleh Dewi PerssikTaqwa dan Semesta oleh Fitri CarlinaRamadhan dan Cintaku Karena Allah oleh Zaskia GotikAstagfirullah oleh Siti BadriahTobat Maksiat oleh Zaskia Gotik serta Siti Badriah; Berikan HidayahMu oleh Susi NgapakHidayah dan Takdir oleh Dinda PermataKehidupan Ini Memilihku oleh Cita CitataMari Bertaqwa dan Nabi Muhammad Mataharinya Dunia oleh Nella Kharisma; dan album-album Sabar dan Ikhlas oleh Inul Daratista dan Do'a oleh Gita KDI, dll. Unsur-unsur batin juga diisi dengan sebuah sub-aliran dangdut, yakni jaranan dangdut, contohnya lagu Kidung Wahyu Kolosebo oleh Eny Sagita. Telah ada beberapa lagu rohani dalam bentuk musik dansa elektronik, misalnya Suratan Diri oleh Ria AmeliaAjari Aku Tuhan oleh Zaskia Gotik, dan Bersyukurlah oleh Cita Citata.

Kontroversi

Akan tetapi, fenomena dangdut bukan berarti tak ada masalah. Bagai yang dicatat oleh para peneliti, dangdut adalah genre yang paling kontroversial dalam kaitannya dengan moralitas Islam di Indonesia dan sedikit genre musik populer di seluruh dunia yang lebih fokus pada tubuh wanita dibandingkan dangdut.

Hal ini menjadi salah satu pemicu polemik di Indonesia pada tahun 2003, akibat protesnya terhadap gaya panggung para penyanyi dangdut koplo, antara lain Inul Daratista (yang, sementara ini, memiliki salah satu dari jumlah lagu rohani terbesar di antara para pedangdut), yang goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral". Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan. Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tecermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari napas ini. Liriknya sering menggambarkan wanita sebagai objek seksual.

Sang "raja dangdut" Nusantara, Rhoma Irama adalah seniman dangdut senior pertama yang nyata-nyata menentang Inul karena goyang ngebornya itu. Munculnya Inul dengan ciri goyangan tersendiri itu ditentang Rhoma karena berbau pornografi yang mengakibatkan dekadensi moral. Tak hanya itu, sang Raja juga khawatir jika hal ini dibiarkan saja, akan tumbuh-tumbuh goyangan porno model lain yang dilakukan penyanyi-penyanyi di daerah untuk ikut-ikutan 'mengekor' si ratu goyang ngebor itu.

Penentangan Rhoma terhadap aksi Inul dan beberapa tokoh dangdut lain ternyata mendapat 'sambutan' dari para pembela Inul. Baik itu masyarakat umum atau seniman-seniman Indonesia lain (dan bahkan melibatkan pakar hukum). Sejak itulah pro-kontra terhadap Inul menjadi headline news di media-media di Indonesia dan bahkan beberapa media-media internasional seperti BBC News.

Pro-kontra dan kontroversi itu ternyata semakin mempopulerkan Inul itu sendiri, Dangdut Koplo dan artis-artis dangdut lain. Benar kata sang Raja, karena munculnya Inul tersebut diikuti oleh munculnya artis-artis pendatang baru yang juga membawa identitas goyangan, seperti goyang ngecor ala Uut Permatasari dan goyang patah-patah ala Anisa Bahar. Hal tersebut membuat sang Raja dan para penentang lain semakin sedih. Munculnya artis atau penyanyi Dangdut baru karena kontroversi itu juga semakin mempopulerkan dangdut Koplo. Berturut-turut setelah Uut dan Anisa Bahar, muncul nama lain seperti Dewi PersikJulia Perez, dan Shinta Jojo waktu itu.

Di sisi lain, dangdut sedang berbenah melalui Kongres Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) untuk memilih calon ketua baru. Dalam kesempatan itu, Rhoma kembali terpilih sebagai ketua PAMMI. Salah satu pernyataan yang cukup menghebohkan juga adalah bahwa Rhoma secara terang-terangan melarang dan menggunakan embel-embel Dangdut karena telah menyimpang dari pakem Dangdut sehingga seharusnya aliran tersebut berdiri sendiri. Salah satu alasannya yang populer adalah karena Dangdut Koplo melahirkan penyanyi Dangdut dengan goyangan erotis dan penampilan vulgar.

Sayang, pernyataan dia seperti tak pernah didengarkan oleh para pelaku dangdut terutama penyanyi. Justru hal itu seolah semakin mengeksiskan Dangdut Koplo itu sendiri disamping produktivitas Dangdut non koplo yang sepi dan kalah bersaing dengan peredaran VCD/DVD bajakan yang semakin meluas. Di sisi lain, penyanyi pendatang baru juga semakin membludak, baik itu yang bersifat lokal atau nasional, begitu juga dengan grup-grup dangdut koplo juga semakin banyak, ata grup yang tadinya beraliran klasik atau rokdut, berganti haluan menjadi dangdut koplo.

Mungkin masyarakat Indonesia sudah banyak yang tahu artis-artis pendatang seperti MelindaAyu Ting TingSiti BadriahZaskia Gotik (sosok kontroversial juga), Wika SalimTrio Macan dan sebagainya, atau grup dangdut koplo Jawa timuran yang semakin populer di Indonesia. Itu semua justru terjadi karena kontroversi-kontroversi tersebut.

Saking hukum nasional, para pemain dangdut mencari keseimbangan antara persepsi tentang kewanitaan, seksualitas, dan moralitas.

            Selanjutnya kita akan menjelaskan apa itu definisi Musik Dangdut yang diambil dari situs internet (https://id.wikipedia.org/wiki/Musik_pop)

Musik pop adalah sebuah genre musik populer yang berasal dari bentuk modernnya di Amerika Serikat dan Inggris pada pertengahan 1950-an. Istilah "musik populer" dan "musik pop" sering digunakan secara bergantian, meskipun yang pertama menggambarkan semua musik yang populer dan mencakup banyak gaya yang beragam. "Pop" dan "rock" adalah istilah yang hampir identik dengan musik pop sampai akhir 1960-an, ketika keduanya menjadi semakin berbeda satu sama lain.

Meskipun banyak dari musik yang muncul di tangga lagu rekaman dipandang sebagai musik pop, genre ini dibedakan dari musik tangga lagu. Musik pop sering meminjam elemen dari gaya lain seperti urbandancerockLatin, dan country; meski demikian, terdapat banyak elemen inti yang menentukan musik pop. Faktor-faktor pengidentifikasian jenis musik ini meliputi umumnya lagu yang ditulis dengan durasi pendek hingga sedang dalam format dasar, serta penggunaan pengulangan paduan suara, nada melodi, dan kait yang umum.

Definisi dan etimologi

David Hatch dan Stephen Millward mendefinisikan musik pop sebagai "badan musik yang dapat dibedakan dari musik populer, jazz, dan musik folk". Menurut Pete Seeger, musik pop adalah "musik profesional yang mengacu pada musik rakyat dan musik seni rupa".[3] Meskipun musik pop dipandang hanya sebagai musik tangga lagu rekaman, tidak semua musik jenis ini merupakan musik tangga lagu. Tangga lagu musik berisi lagu-lagu dari berbagai sumber, termasuk klasikjazzrock, dan lagu-lagu baru. Sebagai sebuah genre, musik pop terlihat ada dan berkembang secara terpisah. Oleh karena itu, istilah "musik pop" dapat digunakan untuk menggambarkan genre yang berbeda, yang dirancang untuk menarik semua orang, sering ditandai sebagai "musik berbasis singel instan yang ditujukan untuk remaja" berbeda dengan musik rock sebagai "musik berbasis album untuk orang dewasa". 

Musik pop terus berkembang seiring dengan definisi istilah tersebut. Menurut penulis musik Bill Lamb, musik populer didefinisikan sebagai "musik sejak industrialisasi pada 1800-an yang paling sesuai dengan selera dan minat kelas menengah perkotaan." The term "pop song" was first used in 1926, in the sense of a piece of music "having popular appeal". Hatch dan Millward menunjukkan bahwa banyak peristiwa dalam sejarah rekaman pada tahun 1920-an dapat dilihat sebagai kelahiran industri musik pop modern, termasuk dalam countryblues, dan musik hillbilly.

Menurut situs web The New Grove Dictionary of Music and Musicians, istilah "musik pop" "berasal dari Britania Raya pada pertengahan 1950-an sebagai deskripsi untuk rock and roll dan gaya musik anak muda baru yang dipengaruhi". The Oxford Dictionary of Music menyatakan bahwa sementara pop "makna awal berarti konser menarik bagi khalayak luas sejak akhir 1950-an, bagaimanapun, pop telah memiliki makna khusus mus[ik] non-klasik, biasanya dalam bentuk lagu, yang dilakukan oleh seniman seperti the Beatlesthe Rolling StonesABBA, dll." Grove Music Online juga menyatakan bahwa " pada awal 1960-an, [istilah] 'musik pop' bersaing secara terminologis dengan musik beat [di Inggris], sementara di Amerika Serikat, cakupannya tumpang tindih (seperti yang masih terjadi) dengan 'rock and roll'".

            Kelebihan dari Radio Hot FM adalah penyiarnya yang ramah, music yang diputar enak, suara radionya jernih dan lain sebagainya. Sehingga penulis pun suka dengar radio ini untuk hiburan. Semoga kedepan Radio Hot FM semakin jaya.

            NB: Blog ini dibuat dengan tujuan untuk menambah ilmu si Pembaca, tidak ada keuntungan Ekonomi sedikitpun yang diperoleh dari Pembuat. Tulisan diatas merupakan gabungan beberapa artikel dan ditulis juga sumbernya.

Comments

Popular posts from this blog

Kedamaian di Perumahan Cibubur City (Oleh H. Yudhi)

Lomba 17an RW 20 Cibubur City Bogor Tahun 2026. Oleh H. Yudhi

Ling Tien Kung dan Syari'at Islam (Oleh H. Yudhi)