Jangan Bersedih, Allah SWT Bersama Kita (Oleh H. Yudhi)
Jangan Bersedih, Allah SWT Bersama Kita (Oleh H. Yudhi)
Terkadang
hidup ini banyak banget cobaan dan ujian hidup. Hanya sabar dan tabah yang
perlu kita lakukan. Walaupun masalah ini membuat kita bersedih hati. Sebelumnya
akan kita bahas dulu apa itu kesedihan (https://id.wikipedia.org/wiki/Kesedihan).
Kesedihan adalah suatu emosi yang ditandai oleh perasaan tidak
beruntung, kehilangan, dan ketidakberdayaan. Saat sedih, manusia sering menjadi
lebih diam, kurang bersemangat, dan menarik diri. Kesedihan dapat juga
dipandang sebagai penurunan suasana hati sementara, sedangkan depresi sering
dicirikan dengan penurunan suasana hati yang
persisten dan besar yang kadang disertai dengan gangguan terhadap kemampuan
seseorang untuk melakukan kegiatan hariannya. Menangis adalah salah
satu indikasi dari kesedihan.
Kesedihan
adalah lawan dari kebahagiaan atau kegembiraan dan serupa dengan dukacita atau kesengsaraan.
Kesedihan juga merupakan salah satu dari "enam emosi dasar" yang
dijelaskan oleh Paul Ekman, bersama dengan kebahagiaan, kemarahan, kejutan, ketakutan, dan jijik.
Kesedihan juga
bisa diartikan sebuah rasa atau perasaan di mana ketidak sanggupan menghadapi
permasalahan yang ada dan permasalahan yang di alami.
Kesedihan yang
berkepanjangan berakibat buruk bagi kesehatan yaitu mata sembab dan juga
rasa pusing saat menangis.
Masa Kecil
Kesedihan
adalah pengalaman umum di masa kecil. Terkadang, kesedihan dapat menyebabkan depresi. Beberapa keluarga mungkin memiliki aturan (sadar atau tidak sadar)
bahwa kesedihan tidak diperbolehkan, tetapi Robin Skynner telah
menyarankan bahwa ini dapat menyebabkan masalah, dengan alasan bahwa dengan
kesedihan "disaring", orang dapat menjadi dangkal dan manik. Dokter
anak T. Berry Brazelton mengemukakan bahwa mengakui kesedihan dapat membuat
keluarga lebih mudah mengatasi masalah emosional yang lebih serius.
Kesedihan
adalah bagian dari proses normal anak yang terpisah dari simbiosis awal dengan ibu dan menjadi lebih mandiri.
Setiap kali seorang anak berpisah lebih sedikit, ia harus
menghadapi kehilangan kecil. Jika ibu tidak
dapat membiarkan kesusahan kecil yang terlibat, anak mungkin tidak pernah
belajar bagaimana menghadapi kesedihan sendiri. Brazelton berpendapat
bahwa terlalu banyak menyemangati seorang anak meremehkan emosi kesedihan bagi
mereka dan Selma Fraiberg menyarankan
bahwa penting untuk menghormati hak anak untuk mengalami kehilangan sepenuhnya
dan dalam.
Margaret Mahler
juga melihat kemampuan untuk merasakan kesedihan sebagai pencapaian emosional,
sebagai lawan misalnya menangkisnya melalui hiperaktif yang gelisah. D. W.
Winnicott juga melihat sedih menangis akar psikologis pengalaman
musik yang berharga di kemudian hari.
Neuroanatomi
Sejumlah besar
penelitian telah dilakukan pada ilmu saraf kesedihan. Menurut American
Journal of Psychiatry, kesedihan telah ditemukan terkait dengan
"peningkatan aktivitas bilateral di sekitar korteks temporal tengah dan
posterior, otak kecil lateral, vermis serebelum, otak tengah, putamen, dan berekor."
Jose V. Pardo memiliki gelar M.D dan Ph.D dan memimpin program penelitian dalam
ilmu saraf kognitif. Menggunakan positron emission tomography (PET),
Pardo dan rekan-rekannya mampu memancing kesedihan di antara tujuh pria dan
wanita normal dengan meminta mereka untuk memikirkan hal-hal yang menyedihkan.
Mereka mengamati peningkatan aktivitas otak di korteks inferior dan
orbitofrontal bilateral. Dalam sebuah studi yang menimbulkan kesedihan pada
subjek dengan menunjukkan klip film emosional, perasaan itu berkorelasi dengan
peningkatan signifikan dalam aktivitas otak regional, terutama di korteks
prefrontal, di wilayah yang disebut daerah Brodmann 9, dan thalamus.
Peningkatan signifikan dalam aktivitas juga diamati pada struktur temporal
anterior bilateral.
Mekanisme
penanganan
Seorang pria
mengekspresikan kesedihan dengan kepala di tangannya
Orang-orang
menghadapi kesedihan dengan cara yang berbeda dan itu adalah emosi yang penting
karena membantu memotivasi orang untuk menghadapi situasi mereka. Beberapa
mekanisme penanganan termasuk: mendapatkan dukungan sosial atau menghabiskan
waktu dengan hewan peliharaan, membuat daftar, atau terlibat dalam beberapa
kegiatan untuk mengekspresikan kesedihan. Beberapa individu ketika merasa
sedih, dapat mengeluarkan diri dari lingkungan sosial, sehingga memiliki waktu
untuk memulihkan perasaan dari kesedihan.
Sementara menjadi
salah satu suasana hati yang paling ingin diguncang, kesedihan kadang-kadang
dapat diabadikan dengan strategi yang dipilih seperti merenung,
"menenggelamkan kesedihan seseorang", atau mengisolasi diri secara
permanen. Sebagai cara alternatif untuk mengatasi kesedihan untuk hal di atas,
terapi perilaku kognitif menyarankan sebaliknya yaitu menantang pikiran negatif
seseorang atau menjadwalkan beberapa peristiwa positif sebagai gangguan.
Menjadi
perhatian terhadap, dan bersabar, kesedihan seseorang juga bisa menjadi cara
bagi orang untuk belajar melalui kesendirian; sementara dukungan emosional
untuk membantu orang bertahan dengan kesedihan mereka dapat lebih membantu.
Pendekatan semacam itu dipicu oleh keyakinan yang mendasari bahwa kehilangan
(ketika dirasakan dengan sepenuh hati) dapat mengarah pada perasaan baru yang
kuat, dan untuk kembali terlibat dengan dunia luar.
Pupil Empati
Ukuran pupil mungkin
menjadi indikator kesedihan. Ekspresi wajah sedih dengan pupil kecil dinilai lebih
intens ketika ukuran pupil berkurang. Ukuran pupil seseorang sendiri juga
mencerminkan hal ini dan menjadi lebih kecil ketika melihat wajah sedih dengan
pupil kecil. Tidak ada efek paralel ketika orang melihat ekspresi netral,
bahagia atau marah. Tingkat yang lebih tinggi di mana murid seseorang
mencerminkan orang lain memprediksi skor lebih besar seseorang pada empati.
Namun, pada kelainan seperti autisme dan ekspresi wajah psikopati yang mewakili
kesedihan mungkin tidak kentara, yang mungkin menunjukkan kebutuhan akan
situasi yang lebih non-linguistik untuk memengaruhi tingkat empati mereka.
Ekspresi Vokal
Menurut
ilmuwan DIPR, Swati Johar,: kesedihan adalah emosi "yang
diidentifikasi oleh dialog wicara saat ini dan sistem
pemrosesan".: Pengukuran untuk membedakan kesedihan dari emosi lain dalam
suara manusia termasuk energi root mean square (RMS),
kesunyian antar kata dan tingkat berbicara. Hal ini dikomunikasikan sebagian
besar dengan menurunkan rata-rata dan variabilitas frekuensi dasar (f0), selain
dikaitkan dengan intensitas vokal yang lebih rendah dan dengan penurunan f0
dari waktu ke waktu. Johar berpendapat bahwa, "ketika seseorang sedih,
lambat, nada rendah dengan energi frekuensi audio yang lemah dihasilkan".
Demikian juga, "keadaan energi yang rendah dari kesedihan atribut untuk
tempo lambat, tingkat bicara yang lebih rendah dan nada rata-rata".
Kesedihan adalah
sebagaimana dinyatakan oleh Klaus Scherer, salah satu "emosi yang paling
dikenal dalam suara manusia", meskipun "umumnya agak lebih rendah
daripada ekspresi wajah". Dalam sebuah studi oleh Scherer, ditemukan bahwa
di negara-negara Barat memiliki akurasi kesedihan 79% untuk pengenalan wajah
dan 71% untuk vokal, sementara di negara-negara non-Barat hasilnya
masing-masing adalah 74% dan 58%.
Eksplorasi
budaya
Hilang dalam
pikiran, oleh Wilhelm Amberg. Seseorang yang mengalami kesedihan mungkin
menjadi pendiam atau lesu, dan menarik diri dari orang lain.
Selama
Renaissance, Edmund Spenser dalam The Faerie Queene mendukung kesedihan sebagai
penanda komitmen spiritual.
Dalam The Lord
of the Rings, kesedihan dibedakan dari ketidakbahagiaan, untuk mencontohkan
preferensi J. R. R. Tolkien untuk tekad yang sedih, tetapi tetap, sebagai
kebalikan dari apa yang dilihatnya sebagai godaan yang lebih dangkal dari
keputusasaan atau harapan.
Julia Kristeva
menganggap bahwa "diversifikasi suasana hati, variasi
dalam kesedihan, kehalusan dalam kesedihan atau duka adalah jejak dari umat
manusia yang tentunya tidak menang tetapi halus, halus, siap bertarung dan
kreatif".
Allah
SWT selalu ada buat kita sebagai Hamba dan Ciptaan Nya. Allah SWT tidak mungkin
berbuat zalim kepada ciptaan Nya. Berikut adalah penjelasannya yang diambil
dari situs berita (https://www.detik.com/jabar/berita/d-6246481/tulisan-arab-la-tahzan-innallaha-maana-dan-artinya).
Kalimat la tahzan innallaha ma'ana tentu bukan
kalimat yang asing di kalangan umat muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, umat
muslim sering melantunkan kalimat ini atau mendengarnya dari saudara sesama
muslim.
La tahzan innallaha ma'ana merupakan sebuah
petikan ayat yang diambil dari Al-Qur'an pada surat At-Taubah ayat 40. La
tahzan innallaha ma'ana artinya secara bahasa adalah "Janganlah engkau
bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.
Dengan melihat artinya, tentu kalimat ini
seringkali diucapkan untuk menghibur seseorang yang sedang dilanda kesedihan
atau kesulitan. Hal ini sering dilakukan umat muslim karena kita diberikan
anjuran untuk membagi kebahagiaan, terutama kepada saudara yang sedang bersedih.
Tulisan Arab dan Arti La Tahzan Innallaha Ma'ana
La tahzan innallaha ma'ana merupakan petikan ayat
dari surat At-Taubah ayat 40. Berikut ini adalah tulisan Arab la tahzan
innallaha ma'ana:
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
"La tahzan innallaha ma'ana"
Kalimat ini bertujuan untuk menghibur dan
mengingatkan hamba-Nya bahwa Allah tidak pernah membiarkan seorang hamba-Nya
berada di dalam kesedihan dan kepedihan. Allah SWT tidak akan memberikan ujian
kepada hamba-Nya melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Sejatinya, kesedihan dan kepedihan yang sedang
dialami hanya bersifat sementara saja. Maka dari itu, ketika seorang muslim
sedang merasa sedih atau menghadapi cobaan yang berat, orang muslim hendaknya
bersikap sabar dan ikhlas dalam menghadapinya serta memiliki keyakinan bahwa
Allah SWT akan memberikan kebahagiaan kepadanya.
Makna La Tahzan Innallaha Ma'ana
Sesungguhnya manusia tidak akan pernah bisa
terhindar dari kesedihan, cobaan, dan permasalahan yang menimpa. Semua hal yang
terjadi tentu merupakan kehendak Allah SWT, termasuk kesedihan ini.
Perlu kita sadari bahwa setiap orang pasti akan
mendapat cobaan di dalam hidupnya. Semua manusia pasti akan merasakan ujian
yang akan menimbulkan kesedihan, seperti sakit, diuji kesempitan hidup, rezeki
yang tertahan, kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, serta
ujian-ujian lainnya.
Kesedihan dan cobaan yang muncul membuat seorang
muslim akan selalu mengingat dan kembali ke jalan Allah. Karena ketika diberi
kenikmatan, terkadang manusia lalai dan tidak mensyukuri bahwa nikmat itu juga
datangnya dari Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat
Al-A'raf ayat 168: "Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan
(bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). Allah
berkehendak sesuatu tentu dengan maksud yang baik bagi hamba-Nya, dalam hal ini
adalah supaya kembali ke jalan yang benar.
Meski rasa sedih ini datangnya dari kehendak
Allah, tetapi hal yang mesti kita selalu ingat adalah bahwa Allah tidak mungkin
memberikan kesedihan dan cobaan yang melampaui kemampuan hamba-Nya. Percayalah
bahwa kita semua akan mampu menghadapi segala cobaan yang menimpa dan kesedihan
ini akan segera berakhir.
Nah, di sinilah letak kekuatan kalimat la tahzan
innallaha ma'ana, yaitu untuk memberikan rasa tenang bagi umat muslim. Kalimat
la tahzan innallaha ma'ana memiliki makna yang begitu dalam sehingga mampu
menghibur seorang umat muslim yang tengah dirundung kesedihan.
Kalimat ini mampu menjadi penenang dan pemberi
peringatan bahwa tak perlu bersedih hingga berlarut-larut karena semua masalah
yang kita hadapi merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Allah SWT
dalam kutipan ayat ini juga menyampaikan bahwa Allah SWT akan selalu bersama
hamba-Nya di dalam kondisi apa pun.
Keutamaan Menghibur Orang yang Sedih
Seperti yang sudah dibahas, kalimat la tahzan
innallaha ma'ana memiliki tujuan untuk menghibur seorang muslim yang sedang
bersedih. Sebagai muslim yang baik, tentu kita harus menghibur saudara kita
yang tengah bersedih.
Ketahuilah bahwa upaya kita untuk menghibur
saudara yang tengah bersedih memiliki keutamaan yang baik di dalam agama Islam.
Menghibur perasaan orang yang sedang dirundung kesedihan merupakan sebuah
tindakan yang mulia.
Bahkan, tindakan menghibur seorang yang sedang
mendapatkan kesedihan merupakan bagian dari ibadah yang agung. Allah SWT pasti
senang dengan hambanya yang memiliki rasa kepedulian terhadap saudaranya.
Rasulullah juga menyampaikan tentang kemulian
seseorang yang menghibur orang lain yang sedang kesusahan. Terdapat beberapa
hadist yang menyatakan hal yang demikian.
Rasulullah bersabda: "Tidaklah seorang
mukmin yang bertakziah (Menghibur hari orang yang ditimpa mendapatkan musibah)
saudaranya yang ditimpa musibah, kecuali pasti Allah Azza wa Jalla akan
memberinya pakaian kemuliaan kelah di hari kiamat". (Hadis riwayat Imam
Ibnu Majah dan Baihaqi).
Sementara itu, dalam hadist yang lain Rasulullah
bersabda: "Siapa pun yang menghibur orang yang ditimpa musibah, maka
baginya pahala sebagaimana orang yang dihiburnya" (Hadis riwayat Imam Ibnu
Majah).
Kehidupan ini memang tidak selamanya indah,
senang dan sedih datang silih berganti mewarnai kehidupan. Ketika sedih
melanda, cara paling tepat untuk mengatasinya adalah bersikap ikhlas dan sabar
serta mendekatkan diri pada Allah.
Ingatlah la tahzan innallaha ma'ana, lalu
pergilah kamu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian, jika kamu sedang
melihat seseorang yang tengah bersedih, jangan lupa untuk mencoba menghiburnya
karena tindakan ini adalah tindakan yang begitu mulia dan tentunya disenangi
oleh Allah SWT.
Oleh sebab itu penulis memberikan nasehat kepada diri
sendiri dan kepada kita semua bahwa jangan bersedih. Semua cobaan dan ujian
hidup pasti akan berakhir. Seperti bergantinya malam ke pagi. Yang terpenting
adalah kita tawakal kepada Allah SWT, dan kita selalu berbaik sangka
(khusnudzon) kepada Allah SWT.
NB: Blog ini dibuat dengan tujuan untuk menambah ilmu si
Pembaca, tidak ada keuntungan Ekonomi sedikitpun yang diperoleh dari Pembuat.
Tulisan dibawah merupakan gabungan beberapa artikel dan ditulis juga sumbernya.
Comments
Post a Comment