Sasana LTK Athoillah, Sehat wal Afiat. (Oleh H. Yudhi)
Sasana LTK Athoillah, Sehat wal Afiat. (Oleh H. Yudhi).
Ling Tien Kung! Jaya! Ling Tien Kung! Jaya! Ling Tien Kung! Jaya! Jaya! Jaya! Sasana Athoillah! Sehat wal afiat!!! Pekik suara penuh semangat terjadi di Sasana LTK Athoillah di Masjid Al Athoillah, Cluster Amsterdam, Perumahan Kota Wisata, Kabupaten Bogor. Para pegiat Ling tien kung atau biasa disebut dengan Eltekers, sangat bersemangat dalam melakukan terapi LTK di Sasana Athoillah pada setiap hari Ahad jam 6.30 wib atau bakda pengajian subuh. Ada hal yang sangat menarik terapi di Sasana Athoillah ini, yaitu disini selain kesehatan jasmani, juga mengutamakan kesehatan rohani. Apa buktinya? Yaitu sebelum melakukan terapi LTK, di Sasana ini ada Pengajian Subuh di Masjid. Jadi kesehatan yang didapat sangat paripurna, yaitu kesehatan jasmani dan rohani. Apresiasi dan penghormatan besar kepada Dewan Kemakmuran Masjid/ DKM atau Takmir Masjid Al Athoillah yang sudah membuat program Pengajian Subuh dan Terapi Ling Tien Kung di Sasana ini. Semoga program ini berjalan selamanya.
Sebelumnya penulis akan menjelaskan mengenai arti pengajian menurut situs internet. (https://id.wikipedia.org/wiki/Pengajian). Pengajian dalam bahasa Arab disebut at-ta’llimu asal kata ta’allama yata’allamu ta’liiman yang artinya belajar, pengertian dari makna pengajian atau ta’liim mempunyai nilai ibadah tersendiri, hadir dalam belajar ilmu agama bersama seorang Aalim atau orang yang berilmu merupakan bentuk ibadah yang wajib setiap muslim.
Di dalam pengajian terdapat manfaat yang begitu besar positifnya, di dalam pengajian-pengajian manfaat yang dapat diambinya menambah dari salah satu orang yang biasa berbuat negatif dengan memanfaatkannya menjadi positif. Hal seperti ini pada masyarakat muslim pada umumnya dapat memanfatkan pengajian untuk mengubah diri atau memperbaiki diri dari perbuatan yang keji dan mungkar.
*Pengajian umum / tabligh akbar* Di banyak daerah terutama di Jawa, pengajian umum (belakangan panitia-panitia lebih suka menyebutnya Pengajian atau Tabligh Akbar) sudah merupakan 'menu' tetap dalam setiap agenda kegiatan kaum muslimin. Boleh dikata, tidak ada hari besar Islam tanpa pengajian. Pengajian juga merupakan acara inti dalam setiap kegiatan khataman pesantren atau madrasah, dalam peringatan haul ulama, walimatul 'ursy; khitanan, syukuran haji, bahkan pindahan rumah.
Mungkin, semangat pengajian itu terutama didorong oleh gairah dakwah yang agaknya oleh umat Islam memang baru dipahami sebatas pengajian semacam itu. Maka, pembicara atau penceramahnya disebut dai atau mubaligh. Dari sisi lain, karena namanya pengajian, maka yang mengisi atau berceramah pun juga umum disebut kyai.
Di samping soal dai dan mubalighnya, pengajian atau ceramah agama juga mulai marak di kota-kota besar juga menarik untuk diamati. Boleh jadi, menyadari keampuhan atau dan 'kemurahan' pengajian ceramah atau majelis taklim, banyak kelompok, golongan, organisasi, partai, bahkan instansi, yang menggunakannya untuk kepentingannya. Sering kali, kepentingan itu jauh dari kepentingan da'wah ila Allah atau da'wah ila al-lkhair. Berapa banyak golongan, kelompok, organisasi, partai dan instansi yang ada di negeri ini. Bayangkan, bila masing-masing memiliki majelis taklim sendiri, memiliki dai atau mubaligh sendiri-sendiri, dan mempunyai kepentingan sendiri-sendiri.
Pada hakikatnya kegiatan Tabligh Akbar merupakan konsep untuk membangun komunikasi dalam rangka silaturrahmi antara sesama sesama umat. Dalam hal memberi dan berbagi ilmu agama pada kondisi dan situasi tertentu. Artinya berbagi dan memberi tentang kebaikan dan kebenaran, sehingga tidak heran dalam kegiatan tersebut diisi dengan ceramah-ceramah agama atau tausyah yang dikomandankan oleh ustadz-ustadz, baik ustadz lokal maupun nasional. Jadi, Tabligh Akbar itu sesungguhnya adalah upaya membangun persatuan umat untuk melakukan komunikasi intelektual, spiritual dan sosial antara sesama, sehingga tujuan agama dan tujuan sosial dapat terwujud dengan baik.
Tabligh Akbar juga merupakan upaya untuk membangun persatuan dan kesatuan umat baik dalam menegakkan sariah agama maupun dalam membangun komitmen sosial.
*Majelis taklim*
Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya majelis taklim terdiri dari dua akar kata bahasa Arab yaitu majlis yang berarti tempat duduk, tempat siding atau dewan, sedangkan ta’lim berarti pengajaran. Jika kita gabungkan dua kata itu dan mengartikannya secara istilah, maka dapatlah kita simpulkan bahwasannya majelis taklim memiliki arti tempat berkumpulnya seseorang untuk menuntut ilmu (khususnya ilmu agama) bersifat nonformal (jika kita melihat pendidikan yang ada di Indonesia ini).
Majelis taklim sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW saat dakwah pertamanya yang bertempat di rumah Arqom bin Al-Arqom. Sekarang, penamaan majelis taklim sudahlah tidak asing lagi bagi kita. Majelis taklim jika kita melihat lapangan, ia bersifat nonformal, tetapi walaupun demikian fungsi dari majelis taklim itu sendiri sangatlah dirasa dalam masyarakat. Majelis taklim juga banyak disorot karena perannya dalam mengembangkan pribadi Islami pada pesertanya. Hal yang menjadi tujuan majelis taklim, mungkin rumusannya bermacam-macam. Sebab para pendiri majelis taklim dengan organisasi lingkungan, dan jamaah yang berbeda, tidak pernah mengalimatkan tujuannya. Maka Dra. Hj. Tutty Alawiyah AS, dalam bukunya “Strategi Dakwah di Lingkungan Majelis Taklim”, merumuskan tujuan dari segi fungsinya, yaitu:
• Pertama, berfungsi sebagai tempat belajar, maka tujuan majelis taklim adalah menambah ilmu dan keyakinan agama, yang akan mendorong pengalaman ajaran agama.
• Kedua, berfungsi sebagai tempat kontak social, maka tujuannya silaturahmi.
• Ketiga, berfungsi mewujudkan minat social maka tujuannya meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya.
Majelis taklim yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia jika dikelompok-kelompokkan ada berbagai macam, antara lain:
• Dilihat dari jamaahnya, yaitu:
• Majelis taklim kaum ibu/muslimah/perempuan
• Majelis taklim kaum bapak/muslimin/laki-laki
• Majelis taklim kaum remaja
• Majelis taklim anak-anak
• Majelis taklim campuran laki-laki dan perempuan/kaum bapak dan ibu
• Dilihat dari organisasinya, majelis taklim ada beberapa macam, yaitu:
• Majelis taklim biasa, dibentuk oleh masyarakat setempat tanpa memiliki legalitas formal kecuali hanya member tahu kepada lembaga pemeritahan setempat
• Majelis taklim berbentuk yayasan, biasanya telah terdaftar dan memiliki akta notaries.
• Majelis taklim berbentuk ormas
• Majelis taklim di bawah ormas.
• Majelis taklim di bawah orsospol.
• Dilihat dari tempatnya, majelis taklim terdiri dari:
• Majelis taklim masjid atau mushola
• Majelis taklim perkantoran
• Majelis taklim perhotelan
• Majelis taklim pabrik atau industri
• Majelis taklim perumahan
Kemudian penulis juga akan menjelaskan tentang pentingnya mengikuti pengajian. (https://desadengok.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2895-5-keutamaan-bagi-orang-suka-menghadiri--majelis-ilmu-).
*5 keutamaan bagi orang suka menghadiri majelis ilmu.*
#Pertama ia akan dimudahkan menuju Surganya Allah.#
Jika Anda keluar rumah terus menuju masjid atau ke tempat yang mengadakan majelis ta’lim untuk menutut ilmu syar’i, maka ia sedang menepuh jalan menuntu ilmu sesuai dengan Sabda Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam:
“Barangsiapa yang menempuh jalan menuntu ilmu, maka Allah akan memudahkan jalanya menuju surga” (HR. Tirmidzi, Abu Daud).
#Kedua Mendapatkan ketenangan, rahmat dan dimuliakan para Malaikat#
Dalam majelis ta’lim atau majelis biasanya selain mendengarkan paparan dari ustadz juga kita juga membaca Al-Quran. Orang yang membaca Al-Quran di masjid disebut Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari para Malaikat, Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya. (HR. Muslim).
#Ketiga Dicatat sebagai Amalan Jihad Fi Sabilillah#
Jihad bukan hanya dengan berperang, tapi dengan menuntut ilmu juga termasuk jihad sebaimana dicantumkan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wassalam:
“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (Masjid Nabawi) untuk mempelajari kebaikan atau mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan Barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya (HR. Ibnu Hibban).
#Keempat Dicatat sebagai orang yang sholat hingga ke rumah#
Jika seseorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu), maka selama ia berada di majelis imu dan selama ia berada di majelis ilmu dan di masjid, ia terus dicatat sebagai orang yang sedang shalat hingga kembali ke rumah. Seusai sabda Rasulullah:
“Jika seseorang berwudhu di rumah, kemudian mendatangi ke masjid, maka ia terus dicatat sebagai orang yang shalat hingga ia kembali. Maka janganlah ia melakukan seperti ini ( kemudian beliau mencontohkan tasybik dengan jari-jarinya),” (HR. Al-Hakim, Ibnu Kuzaimah).
#Kelima Dicatat amalanya di ‘illiyyin#
Jika kita pergi ke masjid berniat berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu) hingga waktunya shalat selanjutnya, maka ia akan diterus dicatat amalan kebaikan yang ia lakukan di masjid, di ‘illiyyin. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda:
“Seseorang yang telah selesai shalat (di masjid) kemudian menetap disana hingga shalat berikutnya, tanpa melakukan laghwun (kesia-siaan) diantara keduanya, akan dicatat amalan tersebut di ‘illiyyin.”( HR. Daud).
Menurut Syaikh Sulaeman bin Amir Ar Ruhaili hafizhahullah, bahwa catatan di ‘illiyyin adalah catatn amalan yang tidak akan rusak dan tidak dibuka hingga hari kiamat, tersimpan awet, tidak dikurangi sedikit apapun. Demikian beberapa keutamaan kita menghadiri majelis ilmu, semoga dapat kita amalkan dan mendapatkan keberkahan dan Rahmat dari Allah Subhanallahu Wata ‘alla, Amiin.
Setelah pengajian subuh, para Eltekers diperbolehkan untuk makan hidangan yang dipersiapkan oleh Masjid Al Athoillah. Setelah makan lalu melakukan terapi Ling Tien Kung. Berikut adalah penjelasan mengenai Ling Tien Kung (https://www.google.com/search?q=ling+tien+kung&sca_esv).
Ling Tien Kung (dikenal juga sebagai Ilmu Titik Nol) adalah senam terapi kesehatan yang memfokuskan pada olah gerak dan pernapasan untuk membangkitkan energi internal tubuh (Chi). Diciptakan oleh Bapak Fu Long Swie, terapi ini bertujuan mengaktifkan kembali organ tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit melalui gerakan perlahan tanpa memandang usia.
Gerakan senam ini berpusat pada energi antara pusar dan anus, dengan dua rutinitas dasar utama yang paling populer:
• Berjinjit: Latihan berdiri dan berjinjit secara berulang untuk melatih keseimbangan dan sirkulasi.
• Empet-empet anus: Kontraksi atau meremas otot sekitar anus untuk mengolah titik energi utama (titik nol).
Manfaat utama dari latihan rutin Ling Tien Kung antara lain:
• Meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot.
• Memperbaiki aliran darah dan metabolisme tubuh.
• Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Untuk mempelajari lebih lanjut dan melihat daftar sasana (tempat latihan) Ling Tien Kung di berbagai daerah, Anda dapat mengunjungi laman resmi Ling Tien Kung atau melihat panduan dasar gerakannya melalui video di YouTube.
*Raih Tubuh Sehat Bugar dengan Gerakan Ling Tien Kung*
Memiliki tubuh yang sehat dan bugar memang harus diupayakan. Selain menjaga asupan makanan dan gaya hidup, tentu harus dilengkapi dengan melakukan olahraga secara rutin. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan kontinyu akan memberikan efek baik bagi tubuh dalam jangka panjang. Karenanya rutin melakukan olahraga merupakan sebuah investasi kesehatan yang sangat dianjurkan. (https://deputi2.kemenpora.go.id/detail/911/raih-tubuh-sehat-bugar-dengan-gerakan-ling-tien-kung).
Berbagai komunitas olahraga dari berbagai kalangan usia yang ada di Indonesia menawarkan beragam pilihan jenis olahraga yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing individu. Salah satunya adalah Ling Tien Kung yang cukup rutin mengisi di berbagai Sasana di Indonesia. Keanggotaan Ling Tien Kung jumlahnya terbilang besar, sehingga tiap kali Ling Tien Kung hadir mengisi kegiatan pasti pengkikutnya banyak jumlahnya.
#Gerak sehat tanpa obat tanpa alat#
Ling Tien Kung yang berarti Ilmu Titik Nol menitikberatkan gerakan pada pusat energi dalam tubuh, yaitu antara pusar dan anus. Gerakan utama pada Ling Tien Kung adalah jinjit-jinjit dan empet-empet anus. Gerakan empet anus berfungsi untuk mengatasi keluhan menyangkut peredaran darah seperti kolesterol, darah tinggi, diabetes. Sementara gerakan jinjit berfungsi mengatasi berbagai keluhan syaraf dan tulang seperti pengapuran, syaraf kejepit dan kebas.
#Sederhana namun kaya manfaat#
Meskipun terlihat sederhana dan mudah, banyak anggota Ling Tien Kung yang sudah merasakan manfaatnya bagi kesehatan. Gerakan Ling Tien Kung yang dilakukan secara rutin dipercaya mampu mengatasi keluhan atau penyakit yang rentan diderita para lansia. Gerakan Ling Tien Kung yang tampak mudah menjadi daya tarik bagi para lansia untuk mengikutinya. Seperti yang disampaikan Heridon, anggota Ling Tien Kung yang berusia 59 tahun memilih Ling Tien Kung karena gerakannya yang sederhana.
Heri Setiyono juga menuturkan manfaat gerakan Ling Tien Kung untuk penyakit diabetes yang dideritanya sejak lama. “Saya penderita dibetes sejak tahun 1995, sejak ikut Ling Tien Kung sampai sekarang alhamdulillah diabet saya bisa terkontrol.”
Oleh sebab itu, bagi yang belum ikut terapi Ling Tien Kung, silahkan datang ke Sasana Athoillah. Semoga kita semua bisa sehat wal afiat. Amin,
NB: Blog ini dibuat dengan tujuan untuk menambah ilmu si Pembaca, tidak ada keuntungan Ekonomi sedikitpun yang diperoleh dari Pembuat. Tulisan diatas merupakan gabungan beberapa artikel dan ditulis juga sumbernya.
Comments
Post a Comment