Kinerja 100 hari RW 20 Cibubur City. (Oleh H. Yudhi)

Kinerja 100 hari RW 20 Cibubur City. (Oleh H. Yudhi) Pada bulan Agustus 2025, diadakan Pemilihan RW 20 di perumahan Cibubur City. Dari dua calon RW, terpilih satu nama yang menang. Nama tersebut adalah pak Aminanto. Dalam tempo sepekan, pak Aminanto memilih jajarannya atau para pengurus RW untuk membantunya dalam kerja sosial di lingkungan Cibubur City. Jajarannya tersebut adalah Pak Aminanto sebagai Ketua RW, pak Muhammad Purwanto sebagai Wakil RW, pak Ferdian sebagai Sekretaris RW, pak Simamora sebagai Bendahara RW, pak Sophian sebagai Sie Keamanan RW, pak H. Yudhi sebagai Sie Rohani RW dan banyak lagi pengurus yang tidak bisa disebutkan disini. Semuanya berjuang dan bekerja sosial agar lingkungan perumahan Cibubur City bisa lebih baik. Sebelum dilanjutkan, akan dijelaskan definisi RW menurut situs internet. (https://www.google.com/search?q=rukun+warga&oq=rukun+warga&aqs=chrome..69i57j0i512l3j0i22i30l6.2928j0j15&sourceid=chrome&ie=UTF-8). Rukun Warga (RW) adalah lembaga masyarakat yang berada di bawah kelurahan/desa, terdiri dari beberapa Rukun Tetangga (RT). RW memiliki fungsi untuk membantu pemerintah daerah dalam menjalankan tugas pelayanan, memelihara kerukunan, dan mengoordinasikan kegiatan masyarakat serta RT di lingkungannya. RW dibentuk melalui musyawarah pengurus RT dan diakui serta dibina oleh pemerintah setempat. Fungsi utama RW: Pelayanan masyarakat: Membantu pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan di tingkat kelurahan/desa. Mendukung program pemerintah: Menyebarluaskan dan mengamankan program-program pemerintah kepada warga. Menjembatani komunikasi: Menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, serta antara sesama pengurus RT dan masyarakat. Mengelola pembangunan: Menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan berbasis aspirasi dan swadaya masyarakat. Menjaga kerukunan: Memelihara kerukunan hidup antarwarga dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai. Koordinasi: Mengoordinasikan pelaksanaan tugas dan program kerja seluruh RT yang ada di bawahnya. Struktur dan pembentukan: Struktur: Setiap RW terdiri dari beberapa RT. Beberapa RT bergabung menjadi satu RW. Pembentukan: Dibentuk melalui musyawarah pengurus RT di wilayah kerja yang sama. Pengakuan pemerintah: Diakui dan dibina oleh pemerintah daerah ( Lurah/Kepala Desa). Kepemimpinan: Dipimpin oleh seorang ketua RW yang dipilih melalui musyawarah warganya. Hanya dalam tempo satu bulan, Ketua RW 20 bersama pengurus RW lainnya membenahi beberapa hal yang belum dituntaskan oleh kepengurusan RW sebelumnya di Cibubur City. Pertama contohnya adalah memperbaiki pos Satpam RW di Boulevard yang rusak. Disini Ketua dan para Pengurus RW bekerjasama dan bergotong royong memperbaiki Pos Satpam RW yang rusak, yaitu dengan mengecatnya, memperbaiki kelistrikan yang rusak dan lain sebagainya. Kemudian diikuti oleh pembentukan Tim Satpam RW yang bekerja sepenuh hati untuk mengamankan lingkungan Cibubur City dari para oknum yang jahat. Tentu saja Tim Satpam RW ini bekerjasama dengan Tim Satpam RT 01 hingga RT 05. Yang cukup memuaskan adalah di fungsikannya Portal Pintu Satpam Otomatis yang selama ini belum dipakai tapi sudah dibeli. Keamanan lingkungan itu penting. Berikut adalah penjelasannya (https://www.google.com/search?q=lingkungan+aman&sca_esv). Lingkungan aman adalah ruang yang bebas dari ancaman fisik dan emosional, di mana individu merasa terlindungi, nyaman, dan dapat berkembang secara optimal. Ini mencakup lingkungan yang sehat secara fisik, bebas dari kekerasan dan perundungan, serta mendukung kesehatan emosional dan psikologis melalui komunikasi yang terbuka dan rasa saling percaya. #Karakteristik lingkungan aman# Bebas dari ancaman fisik: Terlindung dari kekerasan, kejahatan, dan bahaya fisik lainnya. Bebas dari ancaman emosional: Bebas dari perundungan (bullying), tekanan psikologis, dan diskriminasi. Mendukung pertumbuhan: Mendorong pertumbuhan emosional, psikologis, dan perkembangan pribadi. Nyaman dan terawat: Memiliki kebersihan yang terjaga, sehingga memberikan rasa nyaman dan sehat. Komunikasi terbuka: Ada ruang untuk berbicara secara jujur tentang perasaan, kebutuhan, dan masalah tanpa takut dihakimi. Inklusif: Semua individu, terlepas dari latar belakang, merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. #Cara menciptakan lingkungan aman# Tingkatkan keamanan fisik: Lakukan sistem keamanan lingkungan seperti siskamling. Jaga waspada terhadap orang asing atau pendatang. Simpan barang berharga di tempat aman. Jaga kebersihan lingkungan: Buang sampah pada tempatnya dan lakukan daur ulang. Bersihkan selokan secara berkala. Lakukan kerja bakti secara rutin. Bangun ikatan emosional dan komunikasi: Jalin komunikasi yang terbuka dan positif di dalam keluarga dan komunitas. #Ciptakan ikatan emosional yang kuat.# Libatkan masyarakat: Ajak tokoh masyarakat untuk memberikan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan. Libatkan pemuda untuk aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan. Bagi orang tua: Awasi aktivitas anak secara memadai tanpa terlalu otoriter. Ajarkan anak-anak tentang bahaya dan cara menghadapinya dengan bijak. Selain yang disebutkan di atas, Ketua RW 20 dan para Pengurus RW lainnya dalam tempo 100 hari kerja juga membentuk Tim Kebersihan RW. Tim ini bertugas menjaga kebersihan lingkungan di RW 20 agar selalu tetap terjaga. Hal ini dibentuk karena kebersihan lingkungan itu penting. Berikut adalah penjelasannya (https://disperkimta.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/cara-menjaga-lingkungan-tetap-bersih-23). Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara mengelap jendela dan perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan (misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah. Jika kebersihan lingkungan tidak terjaga, maka lingkungan kita akan menjadi kotor. Seperti sampah yang sering sekali di buang di jalanan dan bukan di tong sampah Sampah yang kita buang akan membuat lingkungan menjadi kotor dan banyak penyakit yang akan datang. Banyak pengaruh dari sampah yang di buang tidak ke tong sampah yaitu: - akan mengakibatkan kebanjira, - sampah-sampah akan menyumbatkan saluran parit yang juga akan membuat banjir, - akan menimbulkan bau busuk yang akan menimbulkan ketidaknyamanan pada warga sekitar. Cara-cara untuk menjaga kebersihan lingkungan: 1. Sampah sebaiknya di buang ke tong sampah. 2. Membersihkan selokan dari sampah-sampah. 3. Melakukan kegiatan kerja bakti. 4. Memotong rumput dan membersihkan pohon secara rutin. 5. Tanam tanaman agar udara tetap segar dan bersih. 6. Kurangi pencemaran udara di lingkungan kita. Penulis (H. Yudhi) sebagai Insan Sosial/ Pengamat Sosial melihat bahwa kinerja pengurus RW 20 sudah cukup baik. Indikatornya adalah pernyataan kepuasan beberapa warga Cibubur City yang mengatakan langsung ke penulis. Indikator lain adalah menyelesaikan hal-hal yang belum dituntaskan oleh pengurus sebelumnya seperti Pos Satpam dan Personil Satpam. Akan tetapi seperti kata pepatah yaitu tidak ada gading yang tidak retak. Kalau di agama Islam ada Al Hadist yang menulis Kullu bani Adam khatta atau setiap anak Adam/ manusia pasti berbuat salah (HR. At Tirmidzi, HR Ibnu Majah). Dari pepatah dan Al Hadist tersebut menjelaskan bahwa semua pasti ada kekurangan. Oleh sebab itu kekurangan RW 20 yang ada selama ini harap dimaklumkan. Yang jelas pengurus RW 20, bahkan pengurus lingkungan yang lain seperti pengurus RT dan pengurus DKM pasti melakukan hal-hal yang terbaik buat lingkungan ini. Terimakasih. Blog ini dibuat dengan tujuan untuk menambah ilmu si Pembaca, tidak ada keuntungan Ekonomi sedikitpun yang diperoleh dari Pembuat. Tulisan diatas merupakan gabungan beberapa artikel dan ditulis juga sumbernya.

Comments

Popular posts from this blog

Ling Tien Kung dan Syari'at Islam (Oleh H. Yudhi)

Kedamaian di Perumahan Cibubur City (Oleh H. Yudhi)

Abu Bakar Siddiq RA (H. Yudhi)