Ling Tien Kung dengan rasa Cinta (Oleh H. Yudhi)

Ling Tien Kung dengan rasa Cinta (Oleh H.Yudhi). Cinta adalah salah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada umat Manusia. Tetapi bukan hanya manusia saja, hewan juga mempunyai rasa cinta. Sebagai contoh adalah saat induk ayam menjadi kuat saat melindungi anak-anaknya dari serangan predator. Ini merupakan rasa cinta induk ayam terhadap anaknya. Manusia pun akan menjadi kuat saat melindungi orang yang dia cintai. Berikut dibawah ini adalah penjelasan cinta yang didapat dari portal on line. (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230127150141-289-905683/apa-itu-cinta-ini-definisi-jenis-dan-bentuk-bahasa-cinta.) Apa itu cinta? Istilah cinta mungkin sudah sering didengar bahkan pernah dirasakan oleh setiap orang dalam berbagai bentuk. Rasa cinta ini mencakup berbagai keadaan emosional atau perasaan, yang ditandai dengan keintiman, gairah, komitmen, kedekatan, daya tarik, kasih sayang, dan kepercayaan. Sifat dari cinta dinilai subjektif, karena semua itu tergantung dari pengalaman dan penghayatan setiap individu yang merasakannya. #Definisi Cinta# Seorang pakar psikologi Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta merupakan sebuah emosi yang terbentuk dari tiga perasaan yaitu perhatian, kasih sayang, dan keintiman. Sementara menurut kamus Merriam-Webster, definisi cinta berarti rasa sayang yang konstan dan ditunjukkan bagi seseorang. Makna cinta berdasarkan hierarki emosi dan perasaan disebut memiliki kedudukan di atas rasa sayang. Sebab, prosesnya seperti investasi yaitu dipupuk dari rasa suka kemudian berkembang menjadi rasa cinta. #Jenis-Jenis Cinta# Masih tentang apa itu cinta, para pakar psikolog sepakat bahwa bentuk cinta tidak sama. Mereka mengidentifikasi jenis cinta yang berbeda-beda, dan mungkin pernah dialami setiap orang. Berikut jenis cintanya: 1. Romantic love. Cinta romantis dapat tumbuh melalui rasa suka dan kasih sayang atau hasrat fisik karena dorongan seksual. Seseorang yang merasakan romantic love, biasanya terikat dalam sebuah komitmen hubungan jangka panjang. 2. Companionate love. Ini adalah jenis cinta yang dirasakan secara intim tapi tidak bergairah. Biasanya ada dalam lingkup pertemanan, persahabatan, atau kasih sayang dari anggota keluarga. Rasa cinta seperti ini didorong oleh pengalaman bersama dalam waktu lama, kasih sayang, dan komitmen satu sama lain. 3. Compassionate love. Compassionate love hampir serupa dengan companionate love, karena sama-sama jenis cinta yang berkaitan dengan keintiman, komitmen, hingga kasih sayang. Jenis cinta ini melibatkan kepedulian tingkat tinggi. Misalnya rasa cinta ibu kepada anaknya yang penuh kasih sayang, atau rasa cinta seseorang terhadap pasangan yang dicintanya. 4. Infatuation. Tergila-gila atau terobsesi kepada seseorang adalah jenis cinta yang melibatkan perasaan ketertarikan secara kuat atau disebut infatuation. Bentuk cinta ini sering terjadi di fase awal suatu hubungan. Rasa cintanya seakan seperti meluap dan bergairah. 5. Passionate love. Passionate love merupakan gairah cinta yang bersifat seksual, dan perasaan tersebut tertanam kuat dalam diri seseorang. Jenis cinta ini akan tumbuh ketika rasa cintanya terbalas oleh seseorang yang juga mencintai Anda sepenuhnya. 6. Unrequited love. Kebalikan dari passionate love, unrequited love adalah jenis cinta tak berbalas atau bertepuk sebelah tangan. Anda bisa saja menyukai dan mencintai seseorang, tetapi orang yang dicintai itu tidak membalas perasaan yang sama. 7. Friendship. Prinsip cinta persahabatan tumbuh berdasarkan unsur kepercayaan, penerimaan, serta saling pengertian. #Bahasa Cinta (Love Language)# Rasa cinta dapat diungkapkan melalui bahasa cinta atau love language. Bahasa cinta ini menjadi cara untuk mengekspresikan rasa cinta kepada orang tersayang. Konsep bahasa cinta pertama diperkenalkan dalam sebuah buku karya Gary Chapman pada 1992, berjudul The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ada lima macam bahasa cinta yang umumnya dimiliki oleh manusia. 1. Acts of service. Act of service adalah bahasa cinta yang ditunjukkan dengan cara memberi suatu tindakan atau melayani. Tindakan tersebut bisa terjadi secara spontan, tanpa pamrih atau sukarela, atas dasar inisiatif sendiri. 2. Words of affirmation. Love language words of affirmation merupakan bahasa cinta yang berupa untaian kalimat atau kata-kata cinta dan kasih sayang. Words of affirmation bisa dikatakan sebagai bentuk penegasan bahwa Anda benar-benar menyayangi mereka. 3. Quality time. Quality time memiliki arti menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang secara berkualitas. Bahasa cinta quality time sangat mengutamakan kebersamaan, sehingga Anda bisa memberi waktu dan kasih sayang sepenuhnya di momen tersebut. 4. Physical touch. Physical touch termasuk cara mengekspresikan cinta melalui sentuhan fisik secara konsensual. Namun, physical touch bisa ditunjukkan berbeda-beda. Terutama kepada pasangan, orang tua, anak, atau teman. 5. Receiving gift. Orang dengan love language receiving gift, akan memperlihatkan rasa cintanya dengan memberikan hadiah atau menerima hadiah. Ketika memberi hadiah atau menerima suatu hadiah, mereka akan merasa sangat dihargai, diingat, dan disayang sepenuhnya. Itulah definisi tentang apa itu cinta, sekaligus jenis-jenis dan bentuk bahasa cinta yang bisa dirasakan setiap orang. # Terapi Ling Tien Kung# Ling Tien Kung bukanlah senam, melainkan sebuah terapi yang melatih tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu. Gerakan ini membuat pasokan tenaga atau energi kehidupan dapat diisi ulang. Terapi Ling Tien Kung dapat dilakukan oleh semua orang termasuk lanjut usia (lansia) karena gerakannya sederhana tapi efektif. Menurut penemu Ling Tien Kung, Awiek Wijaya, manusia mempunyai energi kehidupan yang menjadi sumber tenaga bagi organ tubuhnya. “Kalau organ cukup energinya, tensinya bagus, maka organ akan berfungsi dengan baik, dan tubuh orang tersebut menjadi sehat,” kata Awiek. (https://www.liputan6.com/health/read/5519503/terapi-ling-tien-kung-senam-sederhana-yang-cocok-untuk-lansia). Mengikuti terapi Ling Tien Kung harus disertai dengan rasa Cinta. Karena apabila tidak dilandasi dengan rasa cinta, maka latihan tersebut tidak akan mendapatkan hasil maksimal. Selain itu akan tumbuh rasa bosan, malas dan sebagainya. Semua orang yang melakukan Terapi LTK mempunyai maksud untuk penyembuhan kesehatan atau menjaga kesehatan. Ini yang menyebabkan Terapi LTK harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Akan tetapi seperti dalam pepatah jawa yaitu witing tresno jalaran soko kulino atau cinta itu datang dari sering bertemu, maka banyak pelaku giat terapi LTK yang pertama hanya coba-coba, bisa menjadi timbul rasa Cinta terhadap LTK ini. Salah satu persembahan Cinta LTK kepada para pegiatnya adalah dengan mengadakan latihan bersama di Universitas Indonesia. Stadion Universitas Indonesia (UI) pada Minggu tanggal 24 Agustus 2025 berubah menjadi lautan putih-biru ketika 5.000 peserta mengikuti latihan bersama. Acara ini terselenggara berkat kerja sama dengan Kelompok Riset Psikologi Olahraga dan Latihan Fakultas Psikologi UI. Ketua Kelompok Riset Psikologi Olahraga dan Latihan, Prof. Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si., Psikolog, menyampaikan pentingnya olahraga komunitas bagi kesehatan, khususnya kalangan senior. “Topik kesehatan mental, terutama pada warga senior, kini menjadi perhatian besar. Penelitian menunjukkan salah satu cara untuk tetap sehat adalah dengan berolahraga rutin minimal 150 menit per minggu,” kata Prof. Liche Seniati. (https://www.radiosilaturahim.com/lebih-dari-5-000-peserta-meriahkan-hut-ke-1-eltekers-indonesia-sejahtera-di-universitas-indonesia/#google_vignette). Rasa cinta ini semakin berkembang setelah melakukan latihan bersama dengan para pegiat LTK di seluruh Nusantara. Maka diharapkan bagi para pegiat LTK mempunyai rasa cinta terhadap terapi ini. Dan yang belum melakukan terapi ini, bisa mencobanya agar badan lebih sehat dan bugar. NB: Blog ini dibuat dengan tujuan untuk menambah ilmu si Pembaca, tidak ada keuntungan Ekonomi sedikitpun yang diperoleh dari Pembuat. Tulisan diatas merupakan gabungan beberapa artikel dan ditulis juga sumbernya.

Comments

Popular posts from this blog

Ling Tien Kung dan Syari'at Islam (Oleh H. Yudhi)

Kedamaian di Perumahan Cibubur City (Oleh H. Yudhi)

Abu Bakar Siddiq RA (H. Yudhi)