Dakwah bersama Radio Silaturahim/ Rasil (Oleh H. Yudhi).

Dakwah bersama Radio Silaturahim/ Rasil (Oleh H. Yudhi). Dakwah dan Syiar adalah kewajiban dari semua Muslim. Dalil dan Hujjahnya adalah QS. Ali Imron ayat 104, yang artinya: "Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung." Penulis (H. Yudhi) juga ingin melakukan dakwah dan syiar. Untuk hal itu, dia berusaha untuk belajar ilmu agama. Yaitu belajar ilmu agama di Masjid, di Pondok Pesantren, dan yang paling sering adalah belajar di Radio, terutama Radio Silaturahim/ Rasil. Apakah dakwah itu, dari Situs Islam dijelaskan sebagai berikut. (https://mualliminenamtahun.net/berita/apa-dan-bagaimana-dakwah). #Pengertian Dakwah# Dakwah menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yakni da’a – yad’u – da’watan. Kata dakwah tersebut merupakan ism masdar dari kata da’a yang dalam Ensiklopedia Islam diartikan sebagai “ajakan kepada Islam. Kata da’a dalam al-Quran, terulang sebanyak 5 kali, sedangkan kata yad’u terulang sebanyak 8 kali dan kata dakwah terulang sebanyak 4 kali. Kata da’a pertama kali dipakai dalam al-Quran dengan arti mengadu (meminta pertolongan kepada Allah) yang pelakunya adalah Nabi Nuh AS. Lalu kata ini berarti memohon pertolongann kepada Tuhan yang pelakunya adalah manusia (dalam arti umum). Setelah itu, kata da’a berarti menyeru kepada Allah yang pelakunya adalah kaum Muslimin. Kemudian kata yad’u, pertama kali dipakai dalam al-Quran dengan arti mengajak ke neraka yang pelakunya adalah syaitan. Lalu kata itu juga berarti mengajak ke surga yang pelakunya adalah Allah, bahkan dalam ayat lain ditemukan bahwa kata yad’u dipakai bersama untuk mengajak ke neraka yang pelakunya orang-orang musyrik. Sedangkan kata dakwah atau da’watan sendiri, pertama kali digunakan dalam al-Quran dengan arti, seruan yang dilakukan oleh para Rasul Allah. Hal itu tidak berkenan kepada obyeknya. Namun kemudian kata itu berarti panggilan yang juga disertai bentuk fi’il (da’akum) dan kali ini panggilan akan terwujud karena Tuhan yang memanggil. Lalu kata itu berarti permohonan yang digunakan dalam bentuk doa kepada Tuhan dan Dia menjanjikan akan mengabulkannya. "Syech Ali Mahfudz berkata: Dakwah adalah mendorong orang berbuat baik dan bearada di bawah petunjuk. Memerintah pada manusia berbuat baik dan mencegah kemungkaran, agar bisa hidup bahagia sekarang dan nanti. #Jenis-Jenis Dakwah# Dakwah bil Lisan# Dakwah dengan lisan adalah dakwah yang disampaikan dalam bentuk komunikasi lisan (verbal), seperti ceramah, pengajian, khutbah, atau penyampaian dan ajakan kebenaran dengan kata-kata (berbicara). #Dakwah bil Hal# Dakwah bil hal adalah dakwah yang dilakukan melalui aksi atau tindakan nyata, misalnya melalui program dan aktivitas kelembagaan seperti ormas Islam, lembaga pendidikan Islam, lembaga sosial-ekonomi (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah –LAZIS), bakti sosial, dan sebagainya. #Dakwah bil Qalam/bil Kitabah/bit Tadwin# Da’wah bil Qolam adalah dakwah yang disampaikan melalui tulisan yang diterbitkan atau dipublikasikan melaui media massa, buku, buletin, brosur, pamflet, dan sebagainya. #Strategi Dakwah# Untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengemban dakwah dalam menyampaikan materi da’wah, serta memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi penerimanya, maka dibutuhkan strategi yang baik. Pengalaman menunjukkan bahwa, meskipun materi dakwah baik, namun responnya kadang kurang baik, lantaran strategi penyajiannya kurang sesuai atau kurang serasi. Sebaliknya, banyak pengalaman membuktikan bahwa, walaupun materinya kurang baik tetapi karena penyajiannya baik, maka responnya menjadi baik, kendatipun kadang-kadang akibatnya bisa cenderung negatif. Firman Allah SWT : “Ajaklah manusia kejalan Allah dengan cara yang bijaksana, dan nasehat yang baik, dan bertukar fikiranlah dengan cara yang lebih baik “ (Q.S.: 16 ayat 125). #Prinsip Dalam Dakwah# Bijaksana# Bijak dapat diartikan dengan penuh hikmah, yang berarti dakwah harus dilakukan dengan ilmu. Karena dengan ilmu maka bisa berbuat bijak, adil, welas asih (rahmah), serta ucapan yang harus sesuai dengan perbuatan. #Menyelesaikan Masalah# Dakwah adalah sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah, atau memenuhi kebutuhan, bukan mempersulit, atau membikin rumit hal yang sebetulnya sangat ringan. #Jelas dan Mudah# Jelas artinya dalam menyampaikan materi dakwah intonasi maupun isi materi harus jelas dan mudah dipahami oleh audien. Kalaupun bentuk tulisan, maka tulisannya-pun harus lugas dan mudah dipahami. #Sopan# Seorang pendakwah sebagai pembawa risalah da’wah, harus selalu hidup di atas kewajaran. Wajar dalam sikap dan cara berpakaian, wajar dalam ucapan dan perbuatan.# Bertanggung Jawab# Dakwah memang meminta pertanggungjawaban, baik kepada Allah demikian juga kepada umat, bangsa dan negara. Ini berarti bahwa dakwah harus bersumber kepada ajaran yang benar sesuai Kitab Suci, Sunah, perundangan, norma-norma sosial. Sedangkan Syiar menurut Situs Islam adalah sebagai berikut. (https://bpkh.go.id/tafsir-buya-hamka-sai-sebagai-syiar-islam/). Syiar Islam adalah upaya dalam menyebarkan ajaran dan nilai-nilai Islam kepada umat manusia. Melalui berbagai media dan pendekatan, syiar Islam bertujuan untuk memperkenalkan, mengajak, dan memotivasi orang untuk memahami serta mengamalkan ajaran agama Islam dengan penuh kesadaran. Peran syiar Islam sangat penting dalam menjaga kelestarian ajaran agama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Namun, dalam pelaksanaannya, ada berbagai tantangan yang dihadapi, baik itu dari aspek internal umat Islam sendiri maupun dari pengaruh luar yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap Islam. Untuk memahami apa itu syiar Islam secara lebih dalam, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. #Memahami Syiar Islam# Memahami syiar Islam berarti memahami upaya untuk menyebarkan ajaran Islam yang merupakan wahyu atau syiar Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW. Syiar Islam mencakup berbagai cara, seperti dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial, yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai agama Islam kepada umat manusia. Ajaran-ajaran ini meliputi kebaikan, keadilan, dan kedamaian yang menjadi pedoman hidup setiap Muslim. Dengan menjalankan syiar Islam, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan yang sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas. #Peran Syiar Islam# Syiar Islam memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Muslim, baik secara individu maupun kolektif. elalui syiar, ajaran Islam dapat tersebar luas, memberikan pencerahan, dan membentuk masyarakat yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa peran utama syiar Islam dalam kehidupan umat: 1. Menyebarkan Ajaran Islam kepada Masyarakat. Salah satu peran utama syiar Islam adalah untuk menyebarkan ajaran Islam kepada umat manusia, baik yang sudah memeluk agama Islam maupun yang belum. Dengan menggunakan berbagai media, seperti dakwah melalui ceramah, media sosial, hingga buku dan artikel, syiar Islam berfungsi untuk memperkenalkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam). Melalui syiar, diharapkan umat manusia dapat memahami dan menerima Islam sebagai jalan hidup yang membawa kedamaian dan kesejahteraan. 2. Memperkuat Iman dan Taqwa Umat Islam. Syiar Islam juga berperan dalam memperkuat iman dan taqwa umat Islam. Melalui berbagai kegiatan yang bersifat pendidikan, seperti pengajian, kajian keagamaan, dan peringatan hari besar Islam, umat Islam diajak untuk lebih mendalami ajaran agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan syiar ini tidak hanya memperkaya wawasan spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antara individu dengan Allah SWT, serta antara sesama umat Islam. 3. Menumbuhkan Rasa Persaudaraan Antar Umat. Syiar Islam memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah atau rasa persaudaraan antar umat Muslim. Dengan mengajak umat untuk berkumpul dalam berbagai acara keagamaan, seperti shalat berjamaah, peringatan Maulid Nabi, dan kegiatan sosial lainnya, syiar Islam mendorong terciptanya solidaritas dan kebersamaan di kalangan umat. Hal ini memperkuat ikatan emosional yang mendalam antar sesama Muslim dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling peduli. 4. Meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan Ajaran Islam Secara Benar. Peran syiar Islam juga sangat penting dalam meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap ajaran agama. Dengan penyuluhan dan pendidikan yang benar mengenai Al-Qur’an, hadis, dan fiqh, syiar Islam membantu umat untuk menghindari kesalahpahaman dan penafsiran yang keliru tentang ajaran Islam. Tujuan dari peran ini agar setiap Muslim dapat mengamalkan ajaran Islam secara lebih baik dan sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. 5. Mewujudkan Kebaikan dan Keadilan Sosial. Syiar Islam tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan semata, tetapi juga berperan dalam mewujudkan kebaikan dan keadilan sosial. Melalui ajaran Islam yang menekankan pada keadilan, kasih sayang, dan kepedulian sosial, syiar Islam mendorong umat untuk aktif dalam membantu sesama, baik dalam bentuk amal, zakat, atau kerja sosial. Dengan demikian, syiar Islam turut serta dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan penuh kasih sayang. #Tantangan Syiar Islam# Meski syiar Islam memiliki peran yang besar dalam penyebaran ajaran Islam, namun dalam pelaksanaannya, syiar Islam dihadapkan pada berbagai tantangan. Tantangan ini berasal dari berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Berikut beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam syiar Islam: 1. Tantangan Internal dalam Umat Islam. Salah satu tantangan terbesar dalam syiar Islam adalah kurangnya pemahaman yang mendalam di kalangan umat Islam sendiri. Banyak orang yang belum sepenuhnya memahami ajaran Islam dengan baik, yang dapat mengarah pada interpretasi yang keliru atau bahkan penolakan terhadap dakwah. Selain itu, ada pula tantangan dalam hal konsistensi dan kualitas praktik ibadah di kalangan sebagian umat, yang terkadang sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Faktor-faktor ini menyebabkan terhambatnya penyebaran pesan Islam secara efektif. 2. Pengaruh Negatif Media Sosial. Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu alat utama dalam penyebaran informasi, termasuk dalam syiar Islam. Namun, media sosial juga membawa tantangan tersendiri, karena sering kali menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak akurat atau bahkan hoaks yang berhubungan dengan Islam. Konten yang tidak sesuai dengan ajaran Islam atau yang cenderung ekstrem dapat dengan mudah tersebar luas, yang bisa mengaburkan makna sebenarnya dari ajaran agama. Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan dalam menggunakan media sosial untuk tujuan syiar. 3. Islamophobia dan Stereotip Negatif. Tantangan eksternal yang sering dihadapi dalam syiar Islam adalah adanya Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam, yang sering kali disebabkan oleh stereotip negatif. Banyak orang yang memiliki pandangan buruk terhadap Islam karena pengaruh media, ketidaktahuan, atau pengalaman pribadi yang terbatas. Hal ini menciptakan hambatan besar bagi dakwah Islam, terutama di negara-negara yang mayoritas non-Muslim. Syiar Islam harus menghadapi tantangan ini dengan pendekatan yang lebih terbuka dan dialog antaragama yang konstruktif untuk mengurangi kesalahpahaman tersebut. 4. Perbedaan Interpretasi Ajaran Islam. Perbedaan interpretasi dalam agama Islam seringkali menjadi tantangan yang cukup besar dalam syiar Islam. Islam adalah agama yang luas dengan banyak mazhab dan aliran pemikiran, dan perbedaan ini bisa menyebabkan ketidakpahaman di kalangan umat Islam maupun di luar komunitas Muslim. Perbedaan pandangan tentang hal-hal tertentu, seperti ibadah, hukum Islam, dan pandangan sosial, dapat mengarah pada polarisasi di dalam masyarakat, yang tentunya akan mempersulit penyebaran pesan Islam yang benar dan harmonis. 5. Penyalahgunaan Agama oleh Kelompok Radikal. Salah satu tantangan yang cukup berat dalam syiar Islam adalah munculnya kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam untuk tujuan kekerasan. Kelompok-kelompok ini seringkali menafsirkan ajaran Islam dengan cara yang sangat sempit dan ekstrem, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam yang mengajarkan perdamaian, kasih sayang, dan keadilan. Penyalahgunaan agama oleh kelompok radikal ini tidak hanya merusak citra Islam, tetapi juga menyulitkan usaha syiar yang dilakukan oleh umat Islam yang ingin menyebarkan ajaran yang penuh kedamaian. Ada sebuah radio yaitu Radio Silaturahim yang berada di gelombang 720 AM yang istiqomah melakukan dakwah dan syiar. Berikut adalah sejarah Rasil. (https://www.radiosilaturahim.com/profil/). Berawal dengan niat menyebarkan dakwah dan informasi Islam ditengah masyarakat dengan semangat persatuan umat Islam, pada awal tahun 2009 H. Faried Thalib membeli izin Radio Swara Citra Aditama yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Setelah melalui berbagai proses administrasi dan persiapan teknis maka siaran pun dimulai sekitar wilayah Bekasi dengan tujuan agar daya pancarnya bisa menjangkau wilayah Jabodetabek. Setelah bekerjasama dengan berbagai pihak, pada awal tahun 2010 mengudaralah Radio Silaturahim dengan format radio dakwahIslam yang dipancarkan dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Bekasi. Dalam perkembangannya menuju peningkatan kualitas daya pancar, Radio Silaturahim mengudara di gelombang AM 720. Dalam rencana awalnya, Radio Silaturahim mengusung format Dakwah dan Informasi Islam. Sejak awal siaran, Radio Silaturahim dikenal masyarakat sebagai radio yang telah memberikan kontribusi dan melayani masyarakat luas khususnya dalam masalah Agama Islam dan membumikan Al-Quran melalui program Murottal. Kini Radio Silaturahim dengan motto “Untuk Islam Yang Satu” berkomitmen untuk memberikan sajian yang mencerahkan bagi pendengar. Menyiarkan program- program yang berkualitas dengan narasumber yang ahli di bidangnya, dalam satu naungan keislaman dan mempererat persatuan dan menghindarkan perbedaan sekecil apapun dalam masalah Furu’, namun tegas dalam mengedepankan masalah aqidah. Berpegang teguh pada pedoman Al-Quran dengan bersama-sama mencapai keridhaan Allah Subhanhu Wa Ta’ala. #Visi dan Misi Radio Silaturahim 720 AM :# Visi# “Menjadi Radio Dakwah yang dapat mempersatukan, mengoptimalkan serta memberdayakan potensi umat menuju kejayaan Islam.” #Misi# 1. Mendakwahkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin. 2. Menyampaikan pendidikan Islam yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah. 3. Menginformasikan perkembangan dunia Islam dan ilmu pengetahuan. 4. Membumikan Alquran. 5. Mempererat tali silaturahim/persaudaraan sekaligus mengembangkan potensi umat guna memajukan ekonomi syariah menuju kejayaan Islam. Radio Rasil ini melakukan dakwah dan syiar secara lembunt dan santun. Tidak seperti Radio tertentu yang dakwah dengan cara provokatif dan doktrinasi yang kurang disukai oleh mayoritas bangsa Indonesia yang damai sentosa. Banyak Ustadz Rasil yang berdakwah menyentuh hati, seperti Ustadz Husein, Ustadz Hamzah, Ustadz Yakhsala, Ustadz Abul Hidayat, Ustadz Zaki Mubarok dan lain sebagainya. Dakwah santun ini menjadi andalan dalam dakwah dan syiar Rasil. Sehingga pendengar Rasil semakin banyak. Bagi para pendengar Rasil yang ingin ikut serta dalam dakwah dan syiar Rasil bisa dengan cara infaq ke Rasil. Infaq tersebut bisa disalurkan ke rekening Bank. Untuk nomer rekeningnya bisa dicari di internet, yaitu di situs resmi Radio Silaturahim. Semoga Rasil semakin jaya dan besar kedepannya. Terimakasih. Blog ini dibuat dengan tujuan untuk menambah ilmu si Pembaca, tidak ada keuntungan Ekonomi sedikitpun yang diperoleh dari Pembuat. Tulisan diatas merupakan gabungan beberapa artikel dan ditulis juga sumbernya.

Comments

Popular posts from this blog

Ling Tien Kung dan Syari'at Islam (Oleh H. Yudhi)

Kedamaian di Perumahan Cibubur City (Oleh H. Yudhi)

Abu Bakar Siddiq RA (H. Yudhi)